Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Suka Duka Sebagai Blogger: Antara Rasa Lelah dan Kepuasan Batin

 
Suka Duka Menjadi Blogger


Tidak terasa tahun ini hampir menginjak tahun ketiga saya menjalani profesi sebagai seorang blogger. Rasanya waktu 3 tahun masih jauh dari kesempurnaan. Masih banyak mimpi yang belum saya realisasikan di dunia blogger ini.

Dulu saya mengira menjadi seorang blogger itu mudah sekali. Hanya menulis, menulis dan menulis. Namun ternyata tidak sesederhana yang saya bayangkan. Ada jalan berliku ketika menjalaninya apalagi jika Anda ngeblog dalam upaya mencari penghasilan tambahan.

Tahun 2019 tepatnya di bulan Juli, saya berkenalan dengan blog. Masih blog gratisan. Bagi saya, Komunitas ODOP sangat berjasa mengantarkan saya ke gerbang dunia blogging. Kalau tidak berkenalan dan bergabung dengan komunitas ODOP, rasanya sulit bagi saya untuk menjadi blogger. Walau semuanya memang kehendak Allah SWT dan bentuk pertolongan Allah SWT di masa pandemi.

Apa Saja Suka Duka Sebagai Blogger

Kalau ditanya apa saja sih suka duka sebagai blogger, maka dengan lantang saya akan bilang banyak sukanya ketimbang duka. Mungkin karena saya menjalani dari lubuk hati terdalam sehingga kurang bisa menjelaskan lebih banyak mengenai duka selama ngeblog.

Kalau boleh jujur, agak nyesel juga nih kenapa tidak sejak dulu saja sih saya jadi blogger ya, wkwkwk. Namun itulah jalan Allah yang diberikan kepada saya. Bisa jadi kalau 5 tahun lalu saya sudah kenal blog, maka kuliah bisa telantar atau saya jadi sombong misalnya?

Usia yang bertambah makin memberi makna bahwa saya hidup tidak ingin berkompetisi dengan orang lain. Buat apa? 

Yang penting diri ini bahagia dengan apa yang telah dilakukannya, selama tidak merugikan orang lain.

Begitu juga dengan kegiatan ngeblog yang ternyata membawa kebahagiaan tersendiri bagi individu yang sudah mulai terbiasa. Bagi saya pribadi, motivasi seseorang ngeblog itu bermacam-macam, sebut saja:
  • Mencurahkan isi hati dengan curhat melalui tulisan.
  • Memberi manfaat karena ingin agar suatu ketika nanti tulisannya berguna bagi orang lain.
  • Mencari peluang dalam mendapatkan penghasilan, baik itu pendapatan utama atau hanya sekadar penghasilan sampingan saja.
  • Sebagai apresiasi pada diri sendiri. Ada kalanya kita harus memberi self rewards pada diri sendiri. Dan cara anti mainstream yang mungkin dapat kita lakukan adalah menulis.
Suka atau kebahagiaan sebagai seorang blogger manakala:
  1. Dihubungi oleh client yang mengenal Maria Tanjung dari artikel blog yang saya tulis.
  2. Berkenalan dengan para blogger hebat lain yang lebih dulu berkecimpung di dunia blogging.
  3. Belajar tiada henti memperbaiki kualitas tulisan.
  4. Memperluas wawasan dalam segala hal
  5. Bisa mengenal berbagai karakter manusia.
Sementara duka sebagai blogger jika boleh saya deskripsikan:
  1. Kurang bisa melakukan manajemen waktu
  2. Ketika dalam keadaan writer's block
  3. Terpenjara dalam rasa malas
Sebenarnya semua tekad dan motivasi ada di dalam diri kita sendiri sebagai seorang blogger logger. Apakah mau berkembang atau stagnan begini-begini saja tanpa perkembangan yang berarti.

Ohya, suka duka blogger mungkin berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Bisa saja ada seorang blogger yang enggan berkomunitas namun tulisannya selalu berada di posisi termuda pencarian Google. Atau misal tidur satu sampai tiga jam setiap hari bagaikan sesuatu yang menyiksa diri saya, namun bagi blogger lain merupakan hal yang wajar karena sudah terbiasa.

Penutup

Terakhir saya ingin sedikit memberi motivasi kepada rekan blogger terutama yang masih baru banget nyemplung ke dunia blog. Bahwa kalau ingin sukses ngeblog itu bukan cuma hitungan bulan saja. Ada banyak tahapan yang harus dilalui. Jika Anda melihat blogger sukses maka lihatlah perjuangannya ketika awal mula menulis. Bisa jadi jam tidur si blogger tersebut hanya satu sampai tiga jam setiap harinya.

Kesuksesan setiap blogger pun berbeda-beda. Ada yang memang diberi rezeki kilat oleh Allah SWT, sehingga karir blognya melesat jauh. Namun ada blogger yang biasa-biasa saja, tak terlihat kesuksesan yang berarti pada dirinya. Namun si blogger yang biasa-biasa saja itu masih bisa menikmati hidup sebagai blogger dan mencintai dunia kepenulisan.


9 komentar untuk "Suka Duka Sebagai Blogger: Antara Rasa Lelah dan Kepuasan Batin"

  1. Wah suka dukanya mirip2 mbak kayak yang saya alamin, yang pasti senang karena bisa punya banyak kenalan dan ilmu baru terus suka malas dan buntu juga mau nulis apa :( semangat terus mbaak

    BalasHapus
  2. Wah suka dukanya mirip2 mbak kayak yang saya alamin, yang pasti senang karena bisa punya banyak kenalan dan ilmu baru terus suka malas dan buntu juga mau nulis apa :( semangat terus mbaak

    BalasHapus
  3. Suka karena dihubungi client itu memang sangat menyenangkan ya Mbak XD. Saya juga menulis itu sebagai suka pertama sebagai blogger, hihihi

    BalasHapus
  4. Aku jadi blogger berawal dari curhat dan sekarang jadi suka. Meskipun ada rasa malas kalo mau curhat lagi, tapi karna suka akhirnya tahun ini mencoba untuk curhat lagi. Semoga kita konsisten ya mbak nulisnya hehe

    BalasHapus
  5. Eny setuju bgt sih dri ngeblog bisa curhat untuk mencurahkan isi hati hhi bahkan sekalian curcoll

    BalasHapus
  6. paling senang dari ngeblog pastinya pas blognya bisa menghasilkan uang yaa. tapi tentunya kita harus selalu bisa merawat blog kita dengan terus menimba ilmu seputar blog yang bisa kita dapatkan dari mana saja

    BalasHapus
  7. Bener ka kalau mau sukses jadi blogger, nikmatin dulu prosesnya, menurut ku blogger ini bukan sesuatu yang instant untuk dapetin gelarnya hihihi. Bukan tipe platform nya hahahihi langsung terkenal, melainkan ada langkah-langkahnya. Semangat para blogger ~

    BalasHapus
  8. Hal yang paling menyenangkan ketika kita membawa nama kita sendiri ya kak, dikenal dengan nama pribadi sama client dan agency. Berasa bngt itu vibesnya. Tetap semangat kak ngeblognya ({})

    BalasHapus
  9. Saya relate banget bagian dukanya. Memang konsisten dan melakukan sesuatu secara terus-menerus itu butuh tekad dan perjuangan untuk melawan rasa mager.

    BalasHapus